URGENSI IBU PADA PERTUMBUHAN KARAKTER ANAK

Apakah seorang Ibu itu harus cerdas?

Menurut pendapatku iya, menjadi seorang ibu itu harus cerdas, karena anak yang cerdas itu tumbuh dari ibu yang cerdas. Kenapa bisa dikatakan seperti itu?
Seorang Ibu adalah madrasah utama bagi anaknya. Dari jurnal Pyscology spot yang ku baca, menemukan penelitian bahwa seorang Ibu mewarisi 50% kecerdasaan kepada anak. Namun menurut ilmuan lainnya mengatakan bahwa hanya 40-60% kecerdasan yang dipekirakan bersifat turun menurun, sedangkan hal lainya bergantung terhadap lingkungannya.

Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Menurut teori yang dikemukkan oleh horward Gardener adalah seorang anak memiliki 9 jenis kecerdasan yaitu diantaranya: 

Yang pertama, Kecerdasan lingustik. Seorang anak yang memiliki kecerdasan linguistik memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mempelajari bahasa baru, memahami informasi tertulis dan memanipulasi kata-kata. Oleh karena itu, ibu akan melihat anak cenderung lebih suka membaca dan menulis cerita.Yang kedua, Kecerdasan logika adalah kecerdasan anak yang lebih unggul menganalisis masalah logis, memahami pola, memahami ide, mudah menyelesaikan matematika. Anak yang yang memiliki kecerdasan logika cenderung terlihat lebih berprestasi dibidang akademis. Yang ketiga, kecerdasan kinestik (Jasmani) adalah kecerdasan lebih baik dalam mengelola tubuh. Oleh karena itu seorang anak yang memiliki kecerdasan kinestik cenderung lebih suka mengikuti kegiatan olahraga atau menari. Maka anak yang memiliki kecerdasan kinestik biasanya lebih cenderung hyperaktif, seorang Ibu akan merasa kesulitan ketika anak diminta untuk diam mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Selanjutnya yang keempat, Kecerdasan Spasial (Visual) merupakan kecerdasan yang cenderung memiliki kemampuan yang baik dalam memvisualisasikan sesuatu yang abstrak seperti pola, jarak, dan arah. Oleh karena itu sang Ibu akan melihat anaknya lebih suka bermain puzzle dan belajar menggunakan gambar besar daripada mendengarkan penjelasan yang keluar dari mulut. Yang kelima, Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri, termasuk mengetahui potensi kekuatan, kelemahan, dan motivasi diri. Dengan begitu, anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung memiliki pengendalian diri yang tinggi, mampu membuat rencana, dan bisa membuat keputusan yang baik untuk dirinya sendiri. Kemudian yang enam, kecerdasan Interpersonal
berkebalikan dengan kecerdasan intrapersonal yang berfokus pada diri sendiri sedangkan, kecerdasan interpersonal membuat anak memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memahami orang lain. Oleh sebab itu, anak yang yang memiliki kecerdasan interpersonal akan lebih ahli dalam berkomunikasi dengan orang lain, berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh dan memahami perasaan orang lain. Maka, tidak heran apabila anak dengan kecerdasan interpersonal cenderung memiliki banyak teman dan lebih suka bekerja dalam tim.  Yang ketujuh, Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, membedakan, mengubah, dan menikmati bentuk dan suara musik. Selain itu, anak dengan kecerdasan ini memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap ritme, melodi, dan intonasi. Ia juga memiliki kemampuan baik dalam memainkan instrumen musik. Selanjutnya yang kedelapan, kecerdasan Eksistensial adalah kemampuan seseorang untuk menggali pemahaman tentang makna kehidupan. Dan yang terakhir, Kecerdasan Naturalis memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menganalisa alam dan tertarik dengan berbagai makhluk hidup. Kecerdasan ini lebih tertarik dengan bidang biologi, botani, dan zoologi. contohnya seperti, Mudah dekat dengan hewan, Suka berkebun dan Suka menjelajah alam terbuka.


Apakah Karakter Seorang anak dibentuk oleh seorang Ibu?

Keperibadian atau karakter anak dibentuk oleh orang yang terdekat anak dan dipengaruhi dari lingkungan ia dilahirkan dan dibesarkan. Oleh karena itu memiliki peran besar atas dibentuknya karakter anak adalah pada seorang Ibu. 

Bukankah Ayah juga ikut adil berperan atas pertumbuhan pada anak ?  kenapa tidak dikaitkan?
memang seorang ayah ikut adil berperan didalamnya, namun peran paling besar itu ada pada sosok ibu. Karena anak sehari-seharinya sering berinteraksi dengan ibunya di rumah. 

Bagaimana sih cara membentuk karakter anak yang baik?

Dari beberapa artikel yang ku baca bahwa membentuk karakter anak yang baik itu terdapat pada diri sang Ibu. karena seorang Ibu memiliki peran yang sangat besar terhadap anaknya. Dari salah satu artikel yang ku baca yaitu dari hallodok.com memaparkarkan bahwa membentuk karakter seorang anak yang baik memiliki beberapa komponen diantaranya: 

Yang pertama, tidak membandingkan seorang anak dengan anak lainya. Karena setiap anak itu berbeda satu sama lain. Seorang anak memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Jadi peran Ibu bukanlah berfokus pada kekurangan anak saja. Bisa kita ambil contoh seorang anak memiliki kecerdasan intektual dan kecerdasan emosional. Maka sang Ibu tidak boleh membandingkannya, karena dikhawatirkan itu akan berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Yang kedua, memberikan contoh yang baik. Dalam usia dini anak suka mengikuti perilaku dan perbuatan orangtuanya. Oleh karena itu, Ibu bisa memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Yang ketiga, membiarkan anak menjadi diri sendiri. Pasalnya Ibu bisa saja tanpa sadar memaksakan impian dan kehendak pribadinya kepada anak-anaknya. Jika ini terjadi, anak tidak akan bisa memiliki karakternya sendiri. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya tidak memaksakan kehendak dan impian Ibu kepada anaknya. Dan yang terakhir, membiarkan anak bermain. bermain bukanlah hal yang buruk bahkan bisa membentuk karakter anak dengan baik. dengan bermain dapat juga menemukan karakter pada dirinya. ada beberapa manfaat bermain untuk anak, seperti melatih  kemampuan sosial, melatih kemampuan motorik halus dan kasar serta membangun karakter anak. Ketika anak bermain tanpa sadar anak akan membuat sesuatu dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah.


Oke, itu saja penjelasan pentingnya sosok Ibu pada pertumbuhan karakter seorang anak, semoga bermanfaat untuk para Ibu dan calon Ibu.  





Penulis
 
Martinah Nafatilopa 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN GURU MENGGHADAPI ERA ZAMAN MASA KINI

Langkah Kecil yang Membuka Jalan Besar

Ketenangan dimulai dari cinta pada diri sendiri