PENDIDIKAN SEPERTI APA YANG DAPAT MENYOKONG PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MUDA
Ir. Soekarno pernah berkata “berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”. Merupakan kalimat motivasi untuk pemuda agar menjadi pribadi yang berpendidikan.
Begitulah
tugas generasi muda, dia dibutuhkan untuk menghidupkan bumi Pertiwi, dan dengan pendidikan generasi muda bisa menjadi seperti
yang Ir.Soekarno katakan,
yaitu pemuda yang berhasil mengguncangkan dunia, dengan kehebatannya, keahliannya dalam pengetahuan, dan baiknya perilaku
yang dimiliki pemuda.
Sayangnya,
terjadinya degradasinya moral saat ini membuat generasi muda banyak yang
kehilangan marwah jati dirinya. Di sinilah, peran pendidikan harus dapat
menyokong tumbuh kembangnya karakter muda, agar tumbuh menjadi pribadi yang
optimis, tangguh, dan memiliki keyakinan kuat. Kemudian, pertanyaannya
pendidikan seperti apa yang dapat menyokong pembentukan ini?
Jawabannya adalah pendidikan yang menekankan pada pendidikan karakter, salah satu contohnya pendidikan di pondok pesantren. Pendidikan Umum dan pendidikan Agama akan dinilai nol bagi ahlul ilmi yang tidak menerapkan akhlak Thoyyibah dalam bersosial, dalam kesopanannya, independennya, dan kegigihan seseorang menuntut ilmu, akan menarik perhatian masyarakat sekitar serta akan diberi kepercayaan masyarakat bahwa si penuntut ilmu bisa digunakan dan dimanfaatkan ilmunya di tengah kalangan masyarakat, dan pada akhirnya negara tergantung bagaimana pemudanya, negara yang maju, negara yang teguh pada agama akan terbentuk dari pemuda-pemuda yang mau dalam memperjuangkan dan mempertahankan suatu negara menjadi baik.
Pondok pesantren mengajarkan pelajarnya agar memiliki Akhlaqul Karimah dengan beberapa yang dalil yang menyinggung hati untuk tidak berbuat cela, biasanya dalam pesantren selalu mendidik santri untuk memuliki akhlak baik, dan menekankan bahwa semua ilmu mudah didapatkan jika seseorang telah menguasai ilmu Adab dan mengaplikasikan Adab yang dipelajari pada saudara-saudari di sekeliling penuntut ilmu. Allah berfirman dalam kitab suci yang dimiliki umat muslim bahwasanya :“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah Saw suri tauladan yang baik Bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah (Al-Ahzab : 21)”
Dan Nabi bersabda
إنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمَّ مَكَارِمَ الأخْلاَق
Sesungguhnya aku (Rasulullah Saw) diutus untuk menyempurnakan akhlak umat (HR. Ahmad)
Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad merupakan sebaik-baiknya pemilik Akhlak Thoyyibah dan Nabi bersabda bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Komentar